Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Trading dengan Melihat Sentimen Pasar

Cara Trading dengan Melihat Sentimen Pasar

Emosi yang terkontrol adalah salah satu kunci sukses di pasar keuangan. Tidak heran, sulit untuk membuat keputusan rasional jika emosi dan mod tidak terkendali. 

Faktanya, sentimen pasar adalah emosi jutaan trader di seluruh dunia. Volatilitas harga di market merupakan emosi para trader. Misalnya pada pasar saham, harga yang dinilai sudah terlalu tinggi dibandingkan dengan fundamental perusahaan, maka harga akan turun dengan cepat.

Trader pemula yang FOMO dan membeli di harga pucuk, sudah pasti mengalami sangkut.  

Sama seperti orang-orang di konser rock, pertandingan sepak bola, atau demonstrasi politik, trader di seluruh dunia menciptakan entitas yang memiliki emosi dan suasana hati yang sama. Keadaan pikiran dari kerumunan trader ini disebut sentimen pasar.

Sentimen pasar adalah salah satu faktor yang amat penting dalam dunia trading, baik saham maupun forex. Faktor-faktor tersebut meliputi:

  1. Analisa teknikal
  2. Analisa fundamental
  3. Sentimen berita dan pasar dunia

Untuk forex, terutama trader cryptocurrency, analisis fundamental jauh lebih sulit diterapkan daripada di pasar saham. Itulah sebabnya para trader pasar ini lebih banyak fokus pada analisis teknis.

Melihat kondisi pasar, Bulls atau Bears

Memahami sentimen pasar membuat kamu tahu apakah sentimen pasar lebih didominasi bullish atau bearish. Mengidentifikasi tren saat ini dapat membantu kamu memprediksi sentimen pasar secara keseluruhan di masa depan dan membuka peluang open posisi trading yang baik.

Sentimen pasar bekerja untuk semua jenis pasar, tetapi sangat sulit dibaca. Ada pemain besar, seperti bank institusional yang melawan sentimen pasar, atau justru bisa memicu pembalikan harga.

Gunakan strategi mengikuti trend atau menunggu untuk counter trend

Ada dua strategi yang memungkinkan kamu bisa memanfaatkan sentimen pasar. Kamu dapat mengikuti arus atau trading melawan sentimen. Strategi pertama bisa dilakukan dengan mencoba indikator retracement Fibonacci. Indikator ini dapat membantu trader mengambil peluang dari koreksi harga yang terjadi.

Strategi kedua adalah menunggu moment pembalikan arah. Caranya dengan mengidentifikasi level support dan resistance, serta mempertimbangkan sentimen pasar secara keseluruhan. Setelah kamu yakin, kamu bisa memutuskan apakah pembalikan arah trend akan terjadi atau harga masih mengikuti trend saat ini.

Jika kamu lebih menyukai mengikuti trend, mungkin kamu pernah mendengar istilah safe-havens. Istilah ini mengacu ketika sentimen pasar menjadi ekstrem, atau mengalami sideway. 

Aset seperti emas, USD, CHF atau JPY dianggap sebagai tempat berlindung yang sangat baik pasar dianggap kurang bersahabat. Ketika aset mengalami volatile, maka kebanyakan trader cenderung mencari safe-havens ini.

Hindari rasa takut dan serakah

Ketakutan dan keserakahan adalah emosi yang paling dominan yang dimiliki kebanyakan trader. Mereka takut kehilangan uang, atau ingin mendapatkan profit lebih banyak.

Di sisi lain, ketakutan yang membuat trader langsung menutup posisi saat profit, membuat para trader tidak bisa memaksimalkan keuntungan. 

Trader yang cerdas dapat melihat peluang dan membuka posisi dalam situasi tersebut. Meski begitu, trading melawan trend pastinya juga melibatkan resiko tinggi, mengapa?

Pasar forex dan saham tidak hanya diisi oleh trader individu saja, mereka juga bersaing dengan bank-bank besar.

Sentimen pasar yang mudah dibaca, akan sulit dilihat jika trader tersebut tidak bisa mengontrol emosinya dengan baik. Ketakutan dan keserakahan bisa membuat profit yang tidak maksimal, atau bahkan habis dalam sekejap.