Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

8 Cara Membuat Trading Plan Untuk Pemula

8 Cara Membuat Trading Plan Untuk Pemula

Aktivitas trading adalah salah satu bisnis yang memberikan risiko cukup tinggi jika tidak diatur dengan strategi dan perencanaan yang benar. Karena itu, kamu sangat perlu membuat trading plan agar sukses melakukan trading.

1. Menyusun trading plan

Tentu saja untuk membuat sebuah trading plan, seorang trader harus bisa memperhatikan hal-hal penting yang akan mempengaruhi pada proses trading nya.

2. Belajar strategi trading

Strategi trading merupakan hal yang sangat penting, karena tanpa strategi aktivitas trading kamu akan sangat berantakan. kamu harus mengenal strategi apa saja yang bisa dilakukan dan strategi mana yang paling cocok dengan karakter kamu. Jika kamu seorang trader pemula, cobalah menggunakan strategi yang profitable namun mini resiko, seperti swing market, simple scalping atau follow trend.

1. Swing market

Yaitu strategi open posisi ketika terjadi trend market panjang. Swing market biasanya menggunakan bollinger band, moving average, parabolic sar atau donchian band. Strategi yang sederhana untuk dipelajari para trader pemula namun sangat butuh kesabaran pada saat menjalankannya karena trader akan lebih jarang untuk melakukan open posisi.

2. Follow trend

Tidak banyak yang ingin menggunakan follow trend, alasan karena ada anggapan bahwa harga open posisi buy saat sedang trend buy dan juga open posisi sell saat sedang trend sell akan hilang pada beberapa keadaan open posisi yang disebabkan karena open posisi 2 arah. Ini adalah anggapan salah, sebab jika kamu melakukan 2 arah open posisi maka resiko loss akan tinggi. Jika hanya open posisi 1 arah ketika trending market maka akan menguntungkan dan juga sangat minim resiko.

3. Simple scalping

Teknik ini tidak cocok untuk para pemula. Karena strategi ini mengandalkan kemampuan membaca candle stik yang baik. Strategi ini dilakukan dengan membuka posisi dan menutup posisi dalam waktu singkat. Strategi ini cukup profitable, namun harus dipadukan dengan follow trend agar bisa menurunkan resiko loss.

2. Menentukan level risiko

Hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah menentukan sejauh mana level resiko kamu. Saat sedang bertrading sebaiknya kamu sudah menentukan level risiko mana yang membuat kamu nyaman. Untuk para profesional trader batas level resiko yang biasanya diambil adalah 1 sampai 5% dari modal yang dimiliki. Sehingga apa yang kamu pilih nantinya akan bergantung pada gaya trading dan juga toleransi risiko kamu.

3. Menentukan goal

Sebelum kamu memulai suatu hal yang harus kamu lakukan adalah menentukan goal atau tujuannya. Begitu juga trading, sebelum kamu benar-benar mulai melakukan aktivitas trading, tentukanlah apa goal yang akan kamu capai seperti profit yang realistis. Akan lebih baik jika kamu bisa menentukan target profit secara harian, bulanan, maupun tahunan.

4. Memahami aturan entry dan exit

Sebelum kamu benar-benar memasang posisi trading, sebaiknya kamu juga sudah tahu dimana posisi stop loss dan juga target profit nya. Saat sudah mulai trading, entry haruslah sesuai dengan strategi trading yang sudah di uji sebelumnya. Sehingga trading plan kamu akan berisi mengenai gambaran dimana dan kapan kamu akan memasuki market, lalu apa indikator yang diperlukan serta pricing action seperti apa yang seharusnya dilakukan. Selain itu kamu juga sudah siap exit trading pada target yang sudah ditentukan, biarpun pada dasarnya akan sangat menggiurkan untuk kamu tetap mempertahankan posisi saat pasar mulai bergerak sesuai apa yang kamu inginkan.

5. Fleksibel pada situasi

Walaupun kamu sudah menyusun sebuah trading plan secara rinci namun bukan berarti trading plan tersebut harus kamu jalankan dengan sangat kaku. Disiplin memang sangatlah dibutuhkan namun terkadang ada waktunya kamu juga harus bisa fleksibel pada situasi. Perlu kamu ingat bahwa menjadi fleksibel bukan berarti menjadikan kamu tidak disiplin.

Situasi yang harus membuat kamu fleksibel misalnya saat harga belum sama sekali menyentuh TP atau SL namun jika dilihat secara teknikal kamu seharusnya sudah menutup posisi. Tentu saja jika kondisinya demikian, kamu tidak dilarang untuk menutup posisi walaupun resiko nya belum benar-benar tersentuh dan keuntungan belum sesuai dengan target. Namun tentu saja kamu juga tidak boleh sembarangan karena keputusan yang diambil harus didasari oleh para analis teknikal yang objektif bukan karena merasa takut secara psikologis (takut jika profit akan berubah jadi loss).

Situasi fleksibel lainnya bisa dilakukan dengan cara memperbesar toleransi pada resiko per transaksi. Misalnya jika sebelumnya kamu sudah menetapkan 5% resiko dari modal untuk setiap transaksi maka di waktu selanjutnya kamu bisa saja menetapkan 5% resiko dari equity akhir per transaksi. Contohnya dari semula modal $10,000 kemudian bisa berkembang jadi $15,000. Jika sebelumnya toleransi yang diterapkan adalah $500 atau 5% dari $10,000, setelah 1 equity akan jadi $15,000 toleransi risiko per transaksi yang berubah menjadi $750.

Beberapa hal di atas merupakan situasi fleksibel yang tentunya tidak melanggar pada kedisiplinan trading plan kamu.

6. Mencari tahu tren apa yang sedang berlangsung

Mencari tahu trend saat ini serta menetapkan kamu akan membuka posisi sell atau buy juga sangat penting untuk kamu lakukan dalam penyusunan trading plan. Sebaiknya kamu tidak melawan trend sesuai dengan time frame kamu. Misalnya jika kamu memiliki untuk melakukan trading dengan strategi swing sebaiknya kamu harus tahu bagaimana trend fundamental dan juga larangan untuk melawan trend tersebut. kamu juga jangan mudah mengubah rencana entry sell dan buy tanpa ada alasan kuat.

7. Mencari support dan resistance

kamu juga harus mencari support dan resistance mana yang kuat. kamu bisa mencari kedua hal tersebut dengan menggunakan minimalnya 5 metode pada semua time frame. Misalnya untuk swing dan juga day trading, kamu bisa menggunakan time frame MN, W1, D1, H4 dan H1. Kemudian setelah kamu mendapatkan support dan resistance tidak hanya 1, kamu harus terus mengamati mana support dan resistance yang kuat dari histori. Untuk mengetahui mana yang paling kuat biasa support dan resistance sudah berkali-kali diuji dan tetap tidak menghasilkan breakout.

8. Mencatat semua hal yang sudah kamu lakukan

Setelah melakukan beberapa hal diatas yang harus kamu lakukan adalah memantau record dari performa trading kamu, sehingga kamu bisa menganalisa seberapa berhasilkah strategi trade yang kamu gunakan dan melihat apakah jalur yang kamu lalui nantinya akan mengalami loss yang sering atau tidak. Beberapa hal yang harus kamu catat seperti harga enty, harga exit, level stop loss, level take profit, size posisi, emosi, komentar, profit dan loss beserta screenshot chat saat exit dan entry.

Itulah 8 cara membuat trading plan untuk pemula. Memiliki sebuah rencana sangatlah penting jika kamu ingin menjadi sangat konsisten mendapatkan profit, sehingga trader jangan pernah meremehkan perencanaan yang telah disusun dengan baik.